Valentine = Festival Cinta Kaum Pagan

904 views

Dailymoslem–  14 Februari dikenal sebagai hari perayaan kasih sayang. Berbagai atribut khas valentine jauh-jauh hari sudah menjadi dekorasi wajib di ruang publik. Coklat, bunga dan segala pernak-pernik berwarna pink dan berornamen hati segera menjadi barang yang paling laris dibeli oleh konsumen.  Namun tahukah kamu asal mulanya perayaan ini?

The Feast of Lupercalia

Menurut Professor Noel Lenski – sejarawan  dari universitas Colorado – valentine berasal dari sebuah perayaan kaum pagan yang disebut The Feast of Lupercalia yang diselenggarakan dari tanggal 13-15 Februari setiap tahunnya. Pagan atau paganism sendiri merupakan kepercayaan diluar agama samawi (Islam, Kristen, Yahudi). Budaya ini dipenuhi dengan ritual penyembahan terhadap berhala, patung dan benda-benda yang dianggap Tuhan.

Perayaan Lupercalia ini diadakan untuk menyembah Lupercus sang dewa kesuburan romawi yang digambarkan sebagai manusia berkepala dan berkaki kambing, persis Baphomet yang menjadi sesembahan Yahudi. Selain menyembah Lupercus, Lupercalia juga merupakan wujud sesembahan pada Dewi Juno (Hera) yang merupakan dewi pernikahan dan kesuburan. Lenski menjelaskan bahwa dalam perayaan ini wanita muda akan berbaris untuk dilumuri darah dari kambing dan anjing yang disembelih, hal tersebut dipercaya dapat meningkatkan fertilitas perempuan.

Lupercalia sangat mengagung-agungkan nuditas dan sexualitas dalam perayaannya. Dalam perayaan ini juga diadakan lotre jodoh, dimana para pria muda akan menarik nama-nama wanita muda dari sebuah wadah. Pasangan-pasangan tersebut kemudian bebas melakukan apa saja selama acara dan jika dirasa cocok bisa berlanjut hingga pernikahan.

Awal nama Valentine

Lupercalia berlangsung bertahun-tahun dan mendarah daging hingga Kristen dijadikan agama di Romawi. Para pastor tidak dapat menghentikan Lupercalia, sehingga gerja mengadopsinya untuk meneguhkan kekristenan dengan memasukkan unsur kristiani dalam ritual pagan tersebut. Kemudian Paus Gregory I merubah nama-nama dewa pagan dengan mitos kristiani, yaitu Santo Valentinus yang dieksekusi mati oleh Emperor Claudius II di tanggal 14 Februari. Pada tahun 496 M, secara resmi Paus Gelasius I menjadikan tanggal 14 Februari sebagai hari raya untuk menghormati martir Santo Valentino dengan nama Saint Valentine’s Day.

Pada 1969 M gereja mulai melarang perayaan Valentine’s Day, karena dianggap hanya pembenaran dari Lupercalia. Namun pelarang tersebut sangat terlamabat bagi pengikut Kristiani. Cerita Santo Valentinus sudah sangat melegenda, dan kemudian maksiat menjadi legal dengan adanya Valentine’s Day yang mengatas namakan cinta.

 Valentine dan pemuda-pemudi muslim

Bukan sesuatu yang aneh jika pemuda-pemudi muslim sekarang sudah sangat familiar dengan perayaan valentine. Padahal sudah jelas-jelas hal tersebut adalah wujud dari sesembahan kepada berhala. Tuhan buatan manusia. Dengan kata lain, merayakan valentine berarti melakukan hal yang musyrik dan besebrangan dengan ajaran Islam.

Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka (HR. Abu Dawud)

(Visited 298 times, 1 visits today)



[shareaholic app="recommendations" id="15559134"]