Ukhti, Kamu Berhak Memilih. Menikahlah Tanpa Paksaan

2204 views
Setelah Menikah Dengan Stuart Collin, Risty Tagor Tenang

Dailymoslem – Menikah memang menjadi impian banyak orang. Menikah dengan seorang laki-laki tampan, berakhlak shaleh dan bertanggung jawab pada diri kita dan keluarga kita kelak. Alangkah bahagianya diri kita apabila berhasil ditemui pangeran berkuda putih yang selama ini kita impikan yang hanya terucap dalam doa-doa disetiap sepertiga malam. Namun, saat yang datang pada kita bukanlah seseorang bisa membuat kita bahagia haruskah kita menerimanya juga?

Ketika seorang wanita merasa tidak nyaman atau tidak ‘sreg’ dengan keadaan laki-laki yang meminangnya, maka tidak ada yang salah jika pinangannya tersebut ditolak. Sebab sudah sangat jelas, jika wanita tersebut menerima pinangannya, maka kelanjutannya ia harus menikah dan menemani hidup lelaki tersebut. Sang wanita pun harus patuh dan taat pada perintah-perintah suaminya. Jika dari awal wanita tersebut sudah tidak nyaman, maka saat dilanjutkan akan mengakibatkan masalah yang sangat fatal.

Ini tidak terikat karena masalah kokoh atau tidaknya agama laki-laki tersebut. Ini menyangkut soal selera, soal hati dan Islam dalam hal ini sangat memperhatikan kebebasan seorang wanita untuk memiliki selera atas tipe laki-laki yang akan menjadi imamnya dikemudian hari.

(Baca juga: Apakah Wanita Tidak Boleh Melamar Pria dan Hanya Ditakdirkan Untuk Menunggu Saja?)

Ya. Memang ada hadist yang menyatakan jika datang seorang yang baik agamanya meminang, dan kita menolaknya maka akan terjadilah kerusakan di bumi dan fitnah yang besar. Namun tidak semua hadist harus dimaknai secara harfiah. Buktinya ketika Abu Bakar, Umar, Utsman dan sahabat lainnya meminang Fathimah Az-Zahra putri kesayangan baginda Rasul, Rasul pun menolaknya. Apakah mereka bukan orang-orang yang shaleh?

Namun, saat Ali bin Abi Thalib datang Rasul serta merta menerimanya. Padahal Ali bukanlah seorang yang kaya. Rasulullah tahu bahwa putrinya memiliki kecenderungan pada Ali, maka Fathimah dengan ridha menerima Ali untuk menikahinya.

Di dalam Islam, seorang ayah dilarang untuk memaksakan jodoh bagi anak wanitanya. Dalam Islam wanita tidak boleh dinikahkan dengan latar belakang dipaksa. Rasulullah bersabda:

Wanita janda tidak boleh dinikahkan sebelum dimintai pendapat dan wanita gadis tidak boleh dinikahkan sebelum dimintai izin darinya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Jadi, kita sebagai wanita mempunyai hak untuk memilih mana lelaki yang kelak akan menjadi suami dan pendamping hidup. Menikahlah tanpa pakasaan dan kebahagiaan akan datang menyertai kita. Semoga Allah segera memberikan kita jalan. Amin.

(Visited 2,979 times, 1 visits today)