Senyum, Sikap Ramah Tamah yang Diajarkan Rasulullah

426 views Leave a comment
Senyum, Sikap Ramah Tamah yang Diajarkan Rasulullah

Dailymoslem – Islam memiliki aturan yang menyeluruh dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Di antaranya adalah hubungan dengan Allah (habluminallah), hubungan dengan manusia (habluminannaas) dan hubungan dengan alam (hablumminal’alamin) yang harus seimbang agar kehidupan manusia bisa damai dan tenteram.

Dalam menjaga hubungan dengan manusia atau habluminanaas, Rasulullah mengajarkan kita unutk selalu ramah kepada siapa saja. Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak senyuman saat bertemu dengan orang lain. Bahkan, tersenyum juga termasuk sebagai ibadah dan sedekah. Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:

“Kamu semua tidak mungkin dapat mempergauli orang lain dengan hartamu saja, tetapi hendaklah seseorang dari kamu semua mempergauli mereka dengan muka berseri-seri dan budi pekerti yang.” (HR. Thabrani dan Baihaqi)

Bahkan, Rasulullah dikenal sebagai orang yang paling banyak senyumannya. Abdullah bin Harits bin Jaza ra meriwayatkan,

“Saya tidak pernah melihat seseorang yang lebih sering tersenyum daripada Rasulullah SAW.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

Senyuman adalah salah satu sedekah terbaik yang bisa kita berikan kepada orang lain tanpa harus mengeluarkan harta sedikitpun, juuga akan memperkaya diri kita sendiri dengan cinta dan kebahagiaan. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa senyuman di hadapan saudara seiman merupakan sedekah. Rasulullah SAW bersabda,

“Senyummu di hadapan saudaramu sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi).

Abdullah bin Mas`ud ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Sungguh, aku mengetahui orang terakhir yang keluar dari neraka dengan merambat hingga dikatakan kepadanya, ‘Keluarlah dari neraka dan masuklah ke dalam surga’ ia pun pergi menuju surga. Tetapi, ia melihat para penghuni surga telah menempati rumah-rumah mereka. Maka ia kembali dan mengadu, ‘Wahai Tuhanku, orang-orang (di surga) telah menempati rumah-rumah mereka. Ia ditanya, ’Ingatkah engkau tentang zaman ketika hidup di dunia?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Lalu ia diperintahkan, ‘Bayangkanlah (apa yang engkau inginkan). Maka laki-laki itu membayangkan apa yang ia inginkan. Setelah itu, dikatakan kepadanya, ‘Sungguh, engkau telah memperoleh segala sesuatu yang yang baru engkau bayangkan, bahkan sepuluh kali lipat dari apa yang di dunia. ‘mendengar hal itu, lelaki itu berkata, ‘Apakah engkau menghinaku, padahal engkaulah sang penguasa?’ Abdullah berkata, ‘Sungguh, ketika itu, melihat Rasulullah SAW tertawa hingga geraham beliau tampak’”.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Ahmad).

Sumber: halhalal.com.

(Visited 220 times, 1 visits today)