Puasa Ramadhan, Bukti Bahwa Umat Muslim Jauh Dari Kekerasan

506 views
lantern

Dailymoslem – Di dunia barat, seringkali Islam dianggap sebelah mata, sebagai agama yang penuh dengan kekerasan dan suka menyiksa. Bahkan, tak jarang umat muslim yang tinggal di negara barat menjadi bahan olok-olok para penduduknya yang non-muslim.

Nah, bulan Ramadhan ini merupakan bukti yang nyata bahwa umat muslim adalah umat yang jauh dari kekerasan, bahkan penuh dengan kedamaian.

(Baca juga: Lelaki Muslim Ini Diejek Oleh Lelaki Kulit Putih, Tapi Lihat yang Dia Lakukan untuk Membalasnya)

Tujuan dari puasa itu sendiri adalah untuk mendapatkan ketaqwaan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertaqwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Kata taqwa sendiri memiliki arti menjaga, melindungi, hati-hati waspada dan memperhatikan.

Saat berpuasa, kita bukan hanya menahan haus dan lapar, tapi juga menahan nafsu emosi dan bahkan menahan hubungan dengan suami atau istri. Pada saat puasa kita dilatih untuk menahan diri dari berbagai godaan duniawi, baik itu godaan untuk marah maupun godaan kenikmatan.

Ketika menahan haus dan lapar, kita juga diajarkan untuk merasakan apa yang dirasakan oleh fakir miskin setiap harinya, kelaparan menunggu makanan. Kita diajarkan untuk merasakan kesakitan sesama manusia agar kemudian mau berbagi dengan zakat fitrah.

(Baca juga: 10 Mitos yang Salah Tentang Cewek Berhijab Di Seluruh Dunia)

Bagaimana mungkin seseorang yang menahan berbagai nafsu dalam sebulan dapat dekat dengan kekerasan? Sementara kekerasan adalah sesuatu yang bisa hadir karena ketidaksabaran dan emosi yang berlebih. Seseorang yang terlatih untuk menjaga diri dari berbagai kenikmatan dan kemarahan selama satu bulan pasti memiliki kesabaran dan kerendahan hati, bukannya amarah dan kekerasan.

Setuju?

(Visited 389 times, 1 visits today)