Percayalah Bahwa Memaafkan Itu Membebaskan Jiwa

615 views
Percayalah Bahwa Memaafkan Itu Membebaskan Jiwa

Dailymoslem – Sebagai makhluk sosial yang pasti berhubungan dengan manusia lainnya, kita pasti pernah mengalami perselisihan atau ketidaksamaan presepsi dalam memandang sesuatu. Tidak jarang perbedaan tersebut menimbulkan masalah yang cukup serius. Bahkan sampai memicu peperangan.

Ada cerita dari salah seorang teman. Ia beberapa tahun lalu dikecewakan oleh seseorang, sehingga membuatnya sangat marah dan kecewa. Sejak saat itu, hatinya diliputi oleh kebencian pada orang tersebut. meskipun tidak disadari, kebencian dalam hatinya tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.

Jika melihat orang yang ia benci ada di jalan yang akan dilalui, ia rela memutar arah dan berjalan lebih jauh untuk mencapai tujuan. Banyak sekali kesempatan yang digadaikan demi sebuah kebencian. Banyak sekali taklim yang tidak dihadiri karena ia tahu orang yang dibenci akan menghadiri taklim itu juga.

Ia tidak sadar bahwa sebenarnya yang paling menderita karena kebencian tersebut adalah dirinya sendiri. Setiap kali berpapasan kebenciannya langusng memenuhi kepala dan dadanya. Padahal orang yang dimaksud tidak merasakan apapun. Bahkan menjalani harinya penuh suka cita.

Ia juga tidak menyadari bahwa banyak sekali opportunity yang sengaja dilewatkan demi tidak berinteraksi dengan orang yang dimaksud. Padahal kita semua tahu bahwa kesempatan mungkin tidak akan datang hingga dua kali dan kesempatan tersebut adalah jalan dari Allah untuk membuat kita berkembang menjadi manusia yang lebih baik lagi.Matanya jadi tidak bisa melihat kebaikan yang dibuat oleh orang yang dibenci. Karena apapun yang dilakukan akan selalu salah dimatanya.

Astagfirullah, sungguh rugi orang-orang yang menyimpan dendam dan benci dalam dadanya. Hari-hari yang dijalani akan semakin berat. Hati seakan tidak bebas untuk melakukan apa yang disukai dan dikehendai.Dalam lubuk hati yang paling dalam, ada jiwa yang rindu dengan kebebasan saat kita membenci. Ada jiwa yang rindu dengan tawa lepas tanpa halangan dari hati yang merasa tersakiti.

Sebelum luka itu terus menganga. Sebelum kebencian itu semakin dalam kepedihannya. Cobalah untuk memaafkan. Lepaskan urat-urat tegang dikepala karena memelihara benci. Lepaskan belengu-belenggu hati yang selama ini halangi kita untuk setidaknya membuka komunikasi kembali.

Memberi maaf itu lebih berharga. Memberi maaf itu membebaskan.

 

(Visited 419 times, 1 visits today)



[shareaholic app="recommendations" id="15559134"]
RELATED ITEMS