Kisah Inspiratif: Pesan Terakhir Seorang Ibu

731 views
ajari puasa

Kisah inspiratif kali ini datang dari sisa-sisa gempa terbesar Jepang yang terjadi lima tahun lalu.

Saat gempa mereda, tim SAR mulai berpencar menyelamatkan korban-korban selamat dan mengevakuasi korban meninggal. Pada saat sedang mengevakuasi reruntuhan sebuah rumah, tim SAR menemukan jasad seorang perempuan muda yang ditemukan tidak bernyawa.

Posisi perempuan tersebut menekuk lutut seperti orang menyembah dan tubuhnya condong ke depan sembari kedua tangannya memeluk sesuatu di dadanya.

Tim SAR mengalami kesulitan untuk mengevakuasi perempuan muda tersebut karena kondisi rumah yang sudah hancur parah dan banyaknya reruntuhan yang menimpa tubuh si perempuan muda. Saat proses yang demikian sulit, salah seorang tim SAR memeriksa nadi perempuan tersebut dan menemukan ia sudah tidak bernyawa. Maka tim bergegas pergi meninggalkannya untuk mengutamakan korban lain yang masih bisa diselamatkan.

Tetapi suatu kekuatan menarik rasa penasaran pemimpin tim untuk kembali ke posisi perempuan muda tersebut. Ia menemukan celah kecil di bawah mayat perempuan muda tersebut, dan di sanalah pemimpin tim SAR tersebut menemukan seorang bayi yang ternyata masih bernafas.

Maka seluruh tim kembali ke tempat tersebut untuk membongkar reruntuhan dan menyelamatkan si anak. Anak yang ada dalam dekapan perempuan muda itu ternyata adalah bayi yang usianya masih sekira 3 bulan. Ia terbungkus oleh selimut bunga di dekapan ibunya.
Perempuan muda tersebut ternyata menggunakan tubuhnya sendiri sebagai tameng untuk menyelamatkan tubuh anaknya yang masih bayi dari reruntuhan saat gempa. Pada saat tim SAR mengangkatnya dari tubuh ibunya, anak itu tertidur amat pulas.

Saat petugas medis memeriksa bayi tersebut, ia menemukan sebuah ponsel yang terselip di dalam selimut si bayi.
Layar ponsel tersebut menampilkan pesan teks yang ditulis si ibu beberapa saat sebelum ia mengorbankan dirinya untuk si anak. Di layar tertulis, “Jika kamu bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa Ibu begitu menyayangimu.”

Saat tim SAR ikut membaca pesan tersebut, tidak ada yang tidak meneteskan air mata.

Sahabat, kasih Ibu memang tidak berbatas waktu dan tidak pernah berharap balasan. Tapi, seorang Ibu juga ingin anaknya mengingat bahwa ibunya mengasihinya dengan segenap jiwa.

Sumber

(Visited 1,035 times, 1 visits today)