Kisah Inspiratif: Dari Balik Jendela Rumah Sakit

512 views
jendela rumah sakit

Dua orang yang mempunyai penyakit serius menempati kamar yang sama di sebuah rumah sakit.

Pasien yang satu, setiap siang hari dibolehkan duduk selama satu jam supaya cairan yang ada di paru-parunya cepat hilang dan tempat tidurnya terletak di sebelah jendela satu-satunya di kamar itu. Sedang Pasien yang satunya lagi hanya dapat berbaring di atas punggungnya setiap hari.

Kedua orang ini berbicara tentang istri, keluarga, rumah tangga, pekerjaan dan berbagai hal dalam kehidupan.

Setiap siang, ketika pasien yang dekat jendela duduk dan melihat suasana di luar jendela, ia menceritakan semua yang dilihatnya dari balik jendela itu.

Selama satu jam setiap hari pasien yang dekat dengan jendela itu menceritakan padanya tentang suasana di luar jendela, yang membuat hidupnya di rumah sakit tersebut lebih bergairah karena cerita-ceritanya.

Ia menceritakan…

Jendela itu menghadap ke taman yang di dalamnya ada telaga yang indah.

Angsa dan itik bermainan di atas air sementara anak-anak melayarkan kapal-kapal mainannya. Sepasang Kekasih jalan bergandeng tangan di antara bunga-bunga yang berwarna-warni seperti pelangi.

Pohon tua yang besar menambah indahnya pemandangan. Garis bayangan kota terlihat di kejauhan.

Setiap kali pasien yang di dekat jendela menjelaskan semuanya secara indah dan rinci, teman sekamarnya memejamkan mata membayangkan pemandangan itu.

Suatu siang yang hangat, pasien yang di dekat jendela menceritakan parade yang lewat. Meskipun teman sekamarnya sama sekali tidak mendengar suara drum band, tapi ia dapat melihat parade itu dalam pikirannya karena temannya menggambarkannya dengan jelas.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan.

Suatu pagi, perawat yang datang membawakan air untuk mandi mereka mendapati tubuh pasien dekat jendela sudah tidak bernyawa.

Ia meninggal dengan penuh kedamaian dalam tidurnya.

Perawat yang selama ini telah merawatnya merasa sedih, ia adalah pasien yang cukup baik. Ia kemudian memanggil karyawan rumah sakit untuk memindahkan mayat itu.

Setelah beberapa lama setelah hari berkabung, si pasien yang ditinggal teman sekamarnya bertanya apakah ia boleh pindah ke dekat jendela.

Perawat tidak keberatan dengan pergantian tempat ini, kemudian iapun dipindahkan ke tempat tidur dekat jendela. Setelah merasa bahwa sang pasien telah berbaring dengan nyaman di sebelah jendela, sang perawat pergi meninggalkannya sendiri.

Perlahan-lahan dengan menahan sakit, pasien itu menggunakan sikunya agar tubuhnya naik dan dapat melongok ke jendela. Akhirnya ia bakal melihat pemandangan indah itu dengan mata kepalanya sendiri.

Ia tegangkan badannya lalu perlahan-lahan berputar untuk melihat ke jendela. Betapa kagetnya ketika ia mengetahui bahwa di balik jendela itu hanya tembok belaka. Si pasien lalu menceritakan kejadian yang dialaminya kepada perawat.

“Apa gerangan yang membuat teman sekamarku berbuat demikian?” Tanya si pasien kepada perawat.

“Lelaki itu sesungguhnya buta, tembok yang ada di seberang jendela itu pun tak dapat dilihatnya.” Jelas si perawat.

“Mungkin ia ingin membesarkan hatimu…….!!!”

Maka hendaknya kita tetap semangat dalam menjalani hidup ini. Sesulit apapun jalan yang kita hadapi, kita akan merasakan kebahagiaan jika di dalam diri kita masih ada harapan yang menyala.

Sumber

(Visited 1,312 times, 1 visits today)