Inilah Tiga Golongan Yang Akan Dilaknat Allah Dengan Keji

1702 views

Dailymoslem – Dalam kebudayaan di negara kita, kutukan menjadi sebuah mitos yang sakral dan melegenda. Sebutlah cerita-cerita rakyat seperti Malin Kundang yangberubah  batu karena dikutuk oleh ibunya atau Roro Jonggrang yang dikutuk oleh Bandung Bondowoso menjadi sebuah arca. Pada cerita-cerita rakyat tersebut, tokoh yang dikutuk memang memiliki sifat tercela atau menyakiti hati orang yang mengutuknya. Namun apakah wajar jika orang yang melakukan kesalahan atau bersifat tercela pantas untuk dikutuk?

Manusia merupakan makhluk yang memiliki nafsu yang besar, bahkan memerangi hawa nafsu dikatakan sebagai Al-Jihad Al-Akbar atau jihad besar. Oleh karen aitu banyak sekali manusia yang ketika marah sangat mudah untuk mengeluarkan sumpah serapah hingga mengutuk apapun yang membuatnya tidak senang. Padahal mengutuk atau melaknat sesuatu merupakan perbuatan yang tercela, baik itu mengutuk binatang,

Imran Ibn Hushain berkata “Ketika Rasulullah Salallahu Alaihi wa Sallam dalm perjalanan, tiba-tiba beliau bertemu dengan wanita Anshar yang berada di atas untanya. Karena merasa kesal terhadap untanya, maka wanita itu mengutuknya. Lalu Rasulullah berkata ‘Ambilah sesuatu yang berada di atas unta itu, lalu lepaskan pelanannya karena unta itu telah terkutuk’”. Kemudian ia melanjutkan dengan berkata “Aku melihat unta itu sedang berjalan-jalan di tengah-tengah manusia, tidak ada seorangpun yang mengganggunya”.

Arti  kutuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah doa atau kata-kata yang dapat mengakibatkan kesusahan atau bencana kepada seseorang. Sedangkan dalam Islam, doa yang kita ucapkan kepada orang lain akan kembali kepada kita sendiri. baik itu doa baik atau doa buruk. Sehingga ada kemungkinan, jika kita mengutuk orang lain maka kutukan tersebut akan kembali pada diri kita. Namun, ada tiga golongan yang pantas mendapatkan kutukan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala  yaitu:

Orang-orang yang kufur

Kufur secara bahasa berarti menutupi, sedangkan menurut syara’ kufur merupakan tindakan tidak mengimani Allah dan Rasul-Nya baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya. Kufur dibagi menjadi dua jenis, yaitu kufur besar dan kufur kecil. Perbedaan dari keduanya terletak dari perbuatan kufur itu sendiri.

Orang yang melakukan kufur besar menjadikannya kekal didalam neraka, dan keluar dari ajaran Islam serta terhapuslah segala amalannya. Selain itu, darah dan hartanya menjadi halal dan sudah seharusnya di musuhi oleh umat Islam. Sedangkan kufur kecil tidak separah demikian,

Pelaku Bid’ah

Bid’ah merupakan perbuatan yang dikerjakan tidak menurut contoh yang sudah ditetapkan, termasuk menambah atau mengurangi ketetapan. Tindakan bid’ah yang layak mendapat kutukan atau laknat Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah bid’ah mengenai hal-hal tentang aqidah atau keimanan.

Pelaku Kefasikan

Fasik adalah seuah tindakan seseorang yang melihat dan menyaksikan sebuah kebenaran namun tidak meyakini atau melaksanakannya. Dalam hal ini menyangkut soal agama. Fasik dibedakan menjadi dua jenis yaitu fasik besar dan fasik kecil. Fasik kecil adalah seseorang yang berbuat maksiat atau dosa namun masih memiliki iman dalam hatinya. Sedangkan fasik besar adalah tindakan seseorang yang menyekutukan Allah melalui perbuatan atau lisan.

Tiga golongan tersebut adalah yang pantas untuk diperbolehkan untuk di kutuk oleh Allah. Mengutuk seseorang secara perorang adalah hal yang berbahaya. Untuk itu harus dihindari. Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa seseorang bernama Nuaim pernah meminum khamr, kemudian sejumlah sahabat berkata “Semoga dikutuk Allah! Banyak sekali pelanggaran yang ia lakukan!” Mendengar ucapan tersebut Rasulullah langsung menengahi, seraya berkata “Janganlah berkata seperti itu. Ia juga mencintai Allah dan Rasul-Nya”.

Hal tersebut menjelaskan bahwa mengutuk seseorang meskipun memang melakukan kesahalan adalah sesuatu yang berbahaya dan sebaiknya dihindari. Adapun bahasa yang boleh digunakan seperti mengutuk secara umum, seperti “Semoga Allah mengutuk orang-orang kafir, para pelaku nid’ah dan orang-orang fasik”.

 

(Visited 1,211 times, 1 visits today)



[shareaholic app="recommendations" id="15559134"]