Hindari Menggunakan Panggilan Ummi-Abi pada Pasangan

4059 views

Dailymoslem – Setelah menikah, kita dan pasangan biasanya memiliki panggilan lain yang kurang lebih artinya ibu-bapak, misalnya ummi-abi atau ayah-bunda. Panggilan ini juga biasanya digunakan agar membiasakan anak memanggil ummi dan abi kepada orangtuanya. Namun, ternyata panggilan ummi-abi dan panggilan lain yang artinya kurang lebih ibu-bapak, tidak disarankan dalam Islam.

Dalam kitab Ar-Raudhatul Murbi’ Syarah Zadul Mustaqni’ juz 3/195, dijelaskan bahwa (yang artinya) “Dan dibenci memanggil salah satu di antara pasutri dengan panggilan khusus yang ada hubungannya dengan mahram, seperti istri memanggil suaminya dengan panggilan ‘Abi’ (ayahku) dan suami memanggil istrinya dengan panggilan ‘Ummi’ (ibuku).”

Selain panggilan ummi-abi, memanggil istri dengan “ukhti” (yang berarti “saudariku”) atau “dik” (yang maksudnya “adikku”) juga dibenci karena termasuk mahramnya, walaupun tidak berniat menyamakan dengan saudarinya. Keterangan ini dikuatkan pula di dalam kitab Al-Mughni juz 17/199, pasal “Dibenci bagi seorang suami memanggil istrinya dengan panggilan orang yang termasuk mahramnya, seperti suami memanggil istrinya dengan panggilan ‘Ummi’ (ibuku), ‘Ukhti’ (saudariku), atau ‘Binti’ (putriku).”

Namun, hadits ini dhaif (lemah) karena pada sanadnya adarawi yang majhul (tidak disebut namanya). Dijelaskan pula di dalam Syarah Sunan Abu Daud, yaitu ‘Aunul Ma’bud: 5/93, bahwa haditsnya mudhtharrib (guncang) sehingga tidak bisa dijadikan dalil.

Rasulullah sendiri tidak pernah mencontohkan memanggil isteri-isterinya dengan sebutan ummi yang berarti ibu dan juga ukhti yang berarti adik.

Diriwayatkan oleh Abu Daud dengan sanadnya dari Abu Tamimah Al-Juhaimi, “Ada seorang laki-laki yang berkata kepada istrinya, ‘Wahai Ukhti!’ Lalu Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Apakah istrimu itu saudarimu?’ Beliau membencinya dan melarangnya.” (HR. Abu Daud: 1889)

Secara psikologis, panggilan ummi-abi juga akan mengurangi kemesraan pada pasangan. Sebaiknya menggunakan panggilan sayang terhadap pasangan, terutama saat sedang berdua dengan pasangan. Atau, jika kita ingin membiasakan panggilan ummi atau abi kepada anak, kita bisa menambahkan nama anak dibelakang panggilan atau ummi atau abi, sehingga tidak akan terdengar seolah-olah kita sedang memanggil ibu atau bapak kita.

(Visited 8,862 times, 1 visits today)