Dahulukan Allah, Maka Allah Akan Mendahulukan Keinginan Kita

3353 views

Dailymoslem – Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menciptakan kita menjadi makhluk yang paling sempurna. Menciptakan kita lengkap dengan hati dan pikiran yang bekerja secara bersamaan untuk mempertimbangkan dan memilih mana jalan yang benar mana yang tidak. Ya, Allah telah mendelegasikan manusia untuk menjadi khalifah dimuka bumi, untuk menjadi pemimpin bagi manusia yang lain atau setidaknya untuk memimpin diri kita sendiri.

Banyak sekali nikmat yang selama ini Allah berikan kepada kita sebagai manusia. Makanan yang melimpah, air, udara, keluarga dan agama yang akan menuntun kita kembali pada Allah dengan selamat sentosa. Sayang, banyak manusia yang malah tertutup pintu hatinya karena terlalu cinta pada dunia. Terlalu cinta pada hal yang bersifat sementara. Padahal setelah dunia ini sirna, ada alam yang lebih kekal. Kekal kedamaiannya dalam surga, kekal siksaannya di neraka.

Selama ini manusia terlalu egois. Selalu meminta yang terbaik pada Allah, tapi tak pernah memberi yang terbaik pada Allah. Selalu datang berkeluh kesah, dan meminta jalan keluar tapi saat kesenangan menghampiri manusia lupa untuk kembali.

Shalatnya saja hanya seperti ayam mematuk-matuk tanah, bacaannya seperti dukun membaca mantra. Dikala berdoa mulut saja yang berkata-kata, isi kepala terbang kemana-mana. Bagaimana Allah akan sayang pada kita dan berikan yang terbaik dari sisi-Nya?

Banyak manusia yang rela shalat subuhnya lewat begitu saja hanya karena tak ingin ketinggalan bis paling pagi. Rela tinggalkan dzuhurnya karena meeting yang tanggung jika berhenti. Ah, hal yang paling didahulukan saat yaumul hisab (hari perhitungan) nanti saja sudah berani untuk menyepelekannya apalagi hal lain yang tergolong sunnah dan tidak ada paksaan untuk mengerjakannya?

Sungguh manusia adalah makhluk bodoh yang mau memikul amanah terberat untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Allah berfirman:

Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir tidak melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanah itu oleh manusia, sungguh manusia itu sangat dzalim dan sangat bodoh.” (Q.S. Al-Ahzab:72).

Bertanggung jawablah pada apa yang telah kita pikul. Amanah dari Allah. Untuk memikulnya pun kita telah diberikan banyak sekali petunjuk. Bahkan petunjuk yang terbaik yang pernah ada. Al-Quran. Allah terlalu sayang pada kita. Allah memberikan kita kesempatan untuk memilih. Apakah kita kan mengikuti hal yang hina dan kemudian disiksa di neraka ataukah memilih jalan mulia dan gantinya adalah kedamaian yang kekal dalam syurga?

Bolehkah mulai saat ini kita sama-sama putar arah dan kembali ke jalan yang benar. Putar arah dan eratkan genggaman tangan pada lindungan Allah yang paling perkasa. Putar arah dan mulai lah dahulukan Allah dalam setiap kegiatan yang kita lakukan. Bukankah saat kita berjalan menghampiri Allah, maka Allah akan berlari pada kita? Lalu mengapa kita masih menomor dua kan Allah demi semua hal yang akan sirna?

 

 

 

(Visited 2,068 times, 1 visits today)



[shareaholic app="recommendations" id="15559134"]
RELATED ITEMS