Bagaimana Jika Adzan Subuh Berkumandang Saat Kita Masih Makan dan Minum?

532 views
istiqlal sediakan 3000 takjil gratis

Dailymoslem – Beberpa orang mungkin pernah mengalami kondisi dimana ia masih makan sahur kemudian adzan subuh berkumandang. Rasanya pasti sangat kesal, apalagi jika kita baru memakannya satu sendok saja. Ada sebagian orang yang meyakini bahwa masih boleh makan atau minum saat adzan berkumandang dengan berpegang pada dalil ini:

Pernah iqamah dikumandangkan sedangkan bejana masih di tangan Umar (bin Khaththab) radliyallaahuanhu. Dia bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Apakah aku boleh meminumnya?”. Beliau menjawab : “Boleh”. Maka Umar pun meminumnya (HR. Ibnu Jarir)

Sayangnya, dalam dalil tersebut tidak disebutkan secara jelas waktu berpuasa. Didalamnya hanya terdapat saat wadah makanan atau minuman ada di tangan, lalu terdengar panggilan shalat. Itu saja tidak lebih. Lalu Umar bertanya, apakah masih boleh minum, lalu Rasulullah SAW membolehkan.

Kita semua tau batas puasa adalah ketika terbitnya fajar. Hal tersebut ditentukan oleh firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Quran,

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam yaitu fajar…” (QS Al-Baqarah: 187)

Jadi, saat muadzin mengumandangkan adzan pastilah ia mengetahui bahwa matahari memang telah terbit. Apabila ada sanggahan, misalnya jam masjid bisa jadi tidak akurat (terlalu cepat). Apa salahnya berhati-hati untuk tidak melanjutkan makan dan minum.

Syaik Shalil Al-Munajjid yang memiliki pendapat bahwa bila adzan itu dikumandangkan sebelum waktu fajar benar-benar terbit, tidaklah dianggap sebagai terbit fajar yang yakin. Jika makan saat dikumandangkan adzan semacam itu, puasanya tetap sah. Karena ketika itu terbit fajar masih sangkaan (bukan yakin). Namun tetap saja beliau lebih berhati-hati untuk berhenti makan ketika itu.

 

(Visited 485 times, 1 visits today)