Arti Toleransi Menurut Al-Quran

116 views Leave a comment
Arti Toleransi Menurut Al-Quran

Dailymoslem – Allah SWT berfirman: “Wahai manusia! Sungguh, Kami  telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetaui, Mahateliti.” (QS. Al-Hujurat: ayat 13).

Ayat di atas terdapat pada surah Al-Hujurat, surah 49, yang diturunkan ketika Nabi Muhammad masih tinggal di Makkah. Ayat ini mempunyai nilai-nilai universal Islam. Semangat ayat ini menjunjung tinggi nilai nilai toleransi antara umat manusia. Ayat tersebut bisa dibagi menjadi enam penggalan.

Penggalan pertama, seruan kepada seluruh umat manusia. Seruan tertuju siapapun, dimanapun, sampai kapanpun, ras apapun, agama apapun. Al-Quran memang diturunkan kepada segenap manusia (hudan linnas). Manusia adalah makhluk sosial, hidup bermasyarakat. Tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri. Semua kebutuhan hidupnya saling bergantung kepada manusia lainnya. Mulai dari sandang, pangan, dan papan.

Penggalan kedua, persyaratan dari Allah bahwa Dialah yang menciptakan manusia yang terdiri dari lelaki dan perempuan. Manusia tak mempunyai kemampuan apapun dalam menciptakan kedua jenis ini dengan segala sifat baik fisik maupun psikisnya. Tuhan menciptakan keduanya agar beranak pinak, meramaikan bumi ini sampai akhir nanti.

Penggalan ketiga, menjelaskan akan adanya bangsa dan puak/suku. Semuanya berasal dari satu pasangan yang membentuk keluarga, sampai satu marga, kemudian satu bangsa.

Penggalan keempat, ta`lil atau latar belakang, atau tujuan penciptaan. Yaitu agar mereka saling ta`aruf (kenal-mengenal). Kata ta`aruf berasal dari kata dasar urf (adat kebiasaan). Saling mengenal adalah babak pertama dari rangkaian babak berikutnya, saling memahami apa yang baik dari segi adat istiadatnya, kecenderungan berfikirnya, kelebihan dan kekurangannya, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, ayat ini mengajak kita untuk memelajari ilmu sosial kemasyarakatan, folklor, budaya satu masyarakat, adat istiadat, atau lainnya. Semakin banyak kita mengenal satu masyarakat, kita menjadi semakin mengerti dan memahami kondisi masyarakat di satu kawasan. Jika kita sudah saling memahami, maka babak selanjutnya adalah ta`awun, yaitu saling menolong. Allah memerintahkan kepada kita untuk saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan sesama manusia. Jika terjadi kehidupan semacam ini, maka damailah dunia ini. Inilah kehidupan yang dicita-citakan.

Penggalan yang kelima, berisi penghargaan yang tertinggi dari Allah bagi mereka yang paling takwa. Inilah penggalan yang mengandung nilai-nilai spiritualitas, yang membawa seseorang menuju kebahagiaan akhirat. Penggalan terakhir adalah tentang luasnya pengetahuan dan ketelitian Allah, terhadap sikap hati semua makhlukNya, seperti dikutip dari majalahgontor.

(Sumber: halhalal.com)

(Visited 136 times, 1 visits today)



RELATED ITEMS