Apakah Panitia Zakat Fitrah (Amil) Yang Ada Di Masjid-Masjid Berhak Mendapatkan Bagian Zakat?

248 views Leave a comment
Apakah Panitia Zakat Fitrah (Amil) Yang Ada Di Masjid-Masjid Berhak Mendapatkan Bagian Zakat?

Dailymoslem – Zakat fitrah menjadi sala satu hal yang wajib dilakukan saat menutup bulan Ramadan. Besaran yang harus dikeluarkan hanya 2,5 kg beras atau bahan lain yang menjadi makanan pokok di daerah yang ditinggali. Untuk mengumpulkannya, maka dibentuklah panitia-panitia zakat yang biasanya terdiri dari bapak-bapak dan pemuda.

Sayangnya, ada ada saja orang yang menyalah gunakan pembentukan panitia ini. Bukan karena ikhlas membantu melainkan menginginkan bagian dari zakat yang telah dikumpulkan. Ya, memang dalam Islam Amil zakat menjadi salah satu golongan yang berhak menerima zakat. Namun, seperti apakah Amil zakat yang sesungguhnya? Apakah mereka mengajukan diri sendiri untuk menjadi Amil Zakat?

Dalam bahasa Arab, Amil berarti pekerja. Sehingga dari istilahnya, bisa diartikan bahwa Amil adalah orang yang diberikan amanah oleh penguasa (pemerintah) untuk mengambil zakat dari masyarakat, mendatanya kemudian mendistribusikannya pada mustahik zakat.

Syeikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin mengatakan, “Golongan ketiga yang berhak mendapatkan zakat adalah amil zakat. Amil zakat adalah orang-orang yang diangkat oleh penguasa untuk mengambil zakat dari orang-orang yang berkewajiban untuk menunaikannya lalu menjaga dan mendistribusikannya. Mereka diberi zakat sesuai dengan kadar kerja mereka meski mereka sebenarnya adalah orang-orang yang kaya. Sedangkan orang biasa yang menjadi wakil orang yang berzakat untuk mendistribusikan zakatnya bukanlah termasuk amil zakat. Sehingga mereka tidak berhak mendapatkan harta zakat sedikitpun disebabkan status mereka sebagai wakil. Akan tetapi jika mereka dengan penuh kerelaan hati mendistribusikan zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya dengan penuh amanah dan kesungguhan maka mereka turut mendapatkan pahala. Namun jika mereka meminta upah karena telah mendistribusikan zakat maka orang yang berzakat berkewajiban memberinya upah dari hartanya yang lain bukan dari zakat. (Majalis Syahri Ramadhan, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, cet Darul Hadits Kairo, hal 163-164.)

Dari pengertian diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa Amil zakat memang harus seseorang yang ditunjuk penguasa atau pemerintah dan bukannya orang yang mengajukan diri sendiri. Jika memang, para pengurus zakat diluar ketentuan syari meminta upah atas apa yang telah dilakukannya maka upah dibayarkan diluar zakat yang telah terkumpul.

 

Baca juga:

Berbagai Pertanyaan Mengenai Tata Cara Pelaksanaan Zakat Fitrah dan Jawabannya

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membayar Zakat Fitrah

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Membayar Zakat Fitrah ?

Manakah yang Harus Didahulukan, Membayar Zakat atau Membayar Pajak?

(Visited 227 times, 1 visits today)