8 Perilaku Suami Seperti Ini Sangat Dilarang Oleh Agama Islam

197 views Leave a comment
8 Perilaku Suami Seperti Ini Sangat Dilarang Oleh Agama Islam

Dailymoslem – Suami merupakan seorang yang penting dalam keluarga. Kehadirannya membuat sebuah keluarga lebih aman dan nyaman. Ditambah lagi, suami merupakan tulang punggung keluarga yang kewajibannya memenuhi kebutuhan anak dan istri.

Memang benar, seorang suami merupakan kepala bagi keluarganya. Bahkan, ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa jika seorang istri tidak mau melayani suaminya maka sepanjang malam seluruh malaikat tidak marah kepadanya. Namun, ternyata agama Islam memandngan delapan sifat suami seperti dibawha ini sebagai sesuatu yang keji. Berikut adalah delapan sifat suami yang dilarang oleh Islam

Menelantarkan keluarga

Kewajiban seorang suami adalah menafkahi istri dan anak-anaknya. Oleh karena itu, penting bagi seorang suami untuk memiliki kemauan dan tanggung jawab bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan keluarganya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Wajib bagi setiap suami untuk memberikan nafkah dan pakaian kepada istri, dengan sepantasnya.” (Q.S. Al-Baqarah:233).

Maka dari itu, suami yang menelantarkan keluarganya dianggap sangat tidak pantas dan dilarang oleh agama Islam. Seorang suami harus bertanggung jawab dan menjamin keberlangsungan hidup keluarganya.

Pelit dan enggan memenuhi kebutuhan keluarga

Sebagian suami memang tidak diberikan rezeki yang berlebih sehingga hanya dapat memenuhi kebutuhan yang penting saja. Namun ada juga yang terlalu pelit untuk mengeluarkan nafkahnya. Bahkan sang istri harus mengambilnya dengan sembunyi-sembunyi agar dapat memenuhi kebutuhan dapur dan keluarga.

Hal ini tentunya tidak dibenarkan oleh agama Islam, karena jika seorang lelaki berani menikahi seorang wanita maka ia juga harus berani untuk menyanggupi kebutuhan hidupnya kelak.

Dari ‘Aisyah bahwa Hindun binti ‘Utbah berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan (suamiku, Pen) seorang laki-laki yang bakhil. Dia tidak memberi (nafkah) kepadaku yang mencukupi aku dan anakku, kecuali yang aku ambil darinya sedangkan dia tidak tahu”. Maka beliau bersabda: “Ambillah yang mencukupimu dan anakmu dengan patut.” (HR Bukhari)

Penganiaya

Suami sudah sepatutnya memberikan kemanan bagi anggota keluarganya. Ia lah yang kelak akan menjaga istri dan anak-anak dari hal-hal yang tidak diinginkan. Maka dari itu, seorang suami yang sering menganiaya istri nya sangat di kecam oleh agama. Rasulullah s.a.w bersabda: “Mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik–baik kalian adalah yang paling baik tehadap isteri-isterinya.” (H.R. at-Tirmidzi, disahihkan oleh Syeikh Albani)

Membenci istri

“Janganlah seorang suami yang beriman membenci isterinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya.” (H.R. Muslim)

Mengusir istri dan anaknya

Hal ini terlihat dari surat at thalaq ayat 1: “Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu, maka hendaklah kamu ceraikan mereka, pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar), dan hitunglah waktu iddah itu, serta bertaqwalah kepada Allah Rabb-mu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka, dan janganlah mereka (diijinkan) ke luar, kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah, dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui, barangkali Allah mengadakan sesudah itu, sesuatu hal yang baru.” 

Tidak mengajari agama pada istri dan anak

“Hai orang–orang yang beriman, peliharalah dirimu & keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia & batu, penjaganya malaikat – malaikat yang kasar, keras & tidak mendurhakai Allah terhadap apa yg di perintahkan-Nya kepada mereka & selalu mengerjakan apa yang diperintakan” (Q.S At-Tahrim:6)

Berselingkuh atau berzina dengan wanita lain

Menikah merupakan salah satu cara agar terhindar dari zina. Maka dari itu, jika suami melakukan perselingkuhan dan perzinahan dengan wanita lain maka itu sesuatu hal yang sangat keji.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Israa:32)

 

Baca Juga:

Wahai Para Suami, Contohlah Sikap Umar Bin Khattab Ini Saat Menghadapi Istrinya yang Sedang Marah

Berhutang Tanpa Sepengetahuan Suami, Bolehkah?

Istri Berhutang Tanpa Sepengetahuan Suami, Bolehkah?

 

(Visited 405 times, 1 visits today)



RELATED ITEMS