7 Hal yang Membatalkan Puasa

1768 views
junkfood

Dailymoslem – Puasa bukan hanya soal menahan haus dan lapar, tapi juga soal menahan diri dari berbagai hal yang bersifat nafsu, misalnya nafsu amarah dan juga nafsu syahwat. Secara kesehatan, puasa memiliki tujuan untuk detoksifikasi tubuh secara alami. Secara sikap, puasa memiliki tujuan untuk mengajarkan kepada kita untuk lebih mengendalikan diri.

Dalam prakteknya, puasa adalah kegiatan menahan haus, lapar dan nafsu lainnya dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

“Rasul Saw. Bersabda; apabila malam sudah datang dari arah sini (timur) dan malam beranjak dari arah sini, mataharipun tenggelam, maka sudah masuk waktu untuk berbuka bagi orang-orang yang berpuasa.”

Berikut ini adalah 7 hal yang dapat membatalkan puasa.

Makan dan Minum

Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam. (QS. Al-Baqarah: 187)

Namun, apabila saat sedang puasa kita tidak sengaja atau lupa makan dan minum, maka hal tersebut tidak akan membatalkan puasa kita, asalkan kita langsung membuang makanan yang masih di mulut dan berkumur-kumur.

Dari Abu Hurairah Radliallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Jika seseorang lupa lalu dia makan dan minum (ketika sedang berpuasa) maka hendaklah dia meneruskan puasanya karena hal itu berarti Allah telah memberinya makan dan minum” (HR. Bukhari).

Memasukkan Sesuatu Benda Ke Dalam Tubuh Melalui Lubang yang Terbuka

Lubang dalam tubuh manusia yang terbuka diantaranya adalah lubang mulut, lubang hidung, lubang telinga, lubang kemaluan dan lubang dubur (anus). Apabila ada benda yang dimasukkan ke dalam lubang-lubang tersebut dengan sengaja meski sekecil apapun benda tersebut, maka puasanya batal. Terkecuali lubang tubuh yang tidak terbuka seperti debu atau air yang masuk melalui pori-pori kulit.

Misalnya jika kita menjalani pengobatan alternatif yang dalam prakteknya memasukkan sesuatu ke lubang dubur atau kemaluan, maka puasanya batal. Juga apabila kita menelan sesuatu melalui mulut, hidung atau telinga, maka puasa kita batal. Namun jika kita meneteskan obat tetes mata, puasa kita tidak batal meski kita bisa merasakan rasa obat tersebut di tenggorokan, karena mata tidak termasuk lubang tubuh yang terbuka.

Rasulullah bersabda:

“Bersungguh-sungguhlah kamu dalam ber-istinsyaaq (menghirup sedikit air dari hidung kemudian mengeluarkannya lagi saat berwudhu atau bersuci), kecuali jika kamu sedang berpuasa”

Jika tidak sedang berpuasa, beristinsyaaq sendiri merupakan kegiatan yang sering dilakukan Rasulullah saat berwudhu atau bangun tidur untuk membersihkan rongga hidung. Namun, Rasul mengingatkan kita untuk berhati-hati saat beristinsyaaq jika sedang berpuasa.

Muntah dengan Disengaja

Muntah memang bukan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh, namun kebalikannya. Tapi, saat makanan naik dari lambung dan kembali dikeluarkan oleh kerongkongan, biasanya ada sisa yang kembali tertelan dan masuk ke dalam tubuh.

(Baca juga: 5 Hal yang Bisa Menyebabkan Puasamu Sia-Sia atau Berkurang Manfaatnya)

Sebuah hadist mengatakan bahwa muntah yang disengaja dapat membatalkan puasa, sementara muntah yang tidak disengaja tidak membatalkan puasa.

Dari Abi Hurairah. Ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam, “Barangsiapa dipaksa oleh muntah, maka tidak ada qadla atasnya; tetapi barang siapa sengaja muntah, maka wajib wajib atasnya qadla.”

Berhubungan Suami Istri

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Istimna (Berupaya Mengeluarkan Mani)

Sama halnya seperti berhubungan suami-istri, bermesraan dengan istri hingga menyebabkan keuarnya mani juga dapat membatalkan puasa.

(Baca juga: 7 Cara Agar Hubungan Suami-Istri Tetap Hangat Saat Ramadhan)

Rasulullah sendiri pernah mencium Aisyah dan bermesraan saat sedang berpuasa, namun Rasulullah adalah yang paling dapat menahan nafsunya.

Dari ‘Aisyah, ia berkata: Adalah Nabi Salallahu ‘Alaihi wa Salam menciumnya padahal ia shaum dan bermubasyarah (bermesraan) padahal ia shaum, tetapi adalah ia orang yang paling dapat menahan nafsunya dari antara kamu.

Haid dan Nifas

Perempuan yang sedang haid dan nifas tidak diwajibkan untuk menjalankan ibadah sholat maupun puasa.

Dan Aisyah -radhiyallahu’anha-: “Dahulu kami (wanita haid-pen) diperintahkan untuk mengqodho puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqodho sholat.” (Mutafaqun ‘alaihi)

Hilang Akal dan Murtad (Keluar dari Islam)

Ketika seseorang mengalami hilang akal karena gila ataupun telah murtad (keluar dari Islam), maka ibadahnya tidak lagi dihitung sebagai seorang muslim. Maka dari itu, ia tidak lagi memiliki kewajiban untuk menjalani puasa.

Semoga puasa kita di bulan Ramadhan kali ini diberkahi oleh Allah. Aamiin.

(Visited 2,999 times, 1 visits today)