Bolehkah Merayakan Ulang Tahun Dalam Islam?

143 views Leave a comment
Bolehkah Merayakan Ulang Tahun Dalam Islam?

Dailymoslem – Tanggal 12 Rabiul Awwal yang bertepatan dengan hari lahir Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi wa Salam diperingati oleh umat Muslim sebagai maulid nabi.

Lalu, apakah hal ini berarti kita merayakan ulang tahun Rasul? Apa hukumnya merayakan ulang tahun dalam Islam?

Yang kita lakukan pada hari Maulid Nabi bukanlah memperingati hari ulang tahun Nabi Muhammad, melainkan menjadi momen untuk lebih mengenal nabi penutup kita tersebut dengan lebih dalam lagi. Inilah waktunya kita mempelajari perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan Islam agar lebih memaknai segala ibadah yang kita lakukan untuk mendapatkan ridho Allah.

Jika sebagian besar waktu kita selama ini banyak dihabiskan untuk mencari nafkah atau melakukan hal-hal lain yang mementingkan diri kita sendiri, inilah saatnya kita mempelajari kembali sejarah ajaran Islam yang dibawa Rasulullah.

Bolehkah kita merayakan ulang tahun dalam Islam?

Beberapa orang beranggapan sah-sah saja untuk merayakan ulang tahun sebagai tanda syukur bahwa kita masih diberi usia dan kesehatan. Ada juga yang beranggapan bahwa perayaan ulang tahun sama saja seperti meniru-meniru budaya yang bukan milik budaya Islam.

Baik buruknya segala sesuatu tentu bergantung pada tujuan dari sesuatu tersebut. Jadi, yang harus kita cari tahu adalah tujuan kita untuk merayakan hari ulang tahun tersebut. Apa tujuannya?

Kebanyakan orang beranggapan merayakan ulang tahun bisa sebagai wujud ungkapan syukur kepada Allah atas karunia usia yang diberikan. Tetapi, di sisi lain, umat Islam juga tidak diperbolehkan beribadah (termasuk mengucap syukur) dengan ritual yang tidak pernah diajarkan atau diriwayatkan oleh Rasulullah. Sementara, Rasulullah tidak pernah meriwayatkan melakukan ritual apapun di hari kelahirannya.

“Orang yang melakukan ritual amal ibadah yang bukan berasal dari kami, maka amalnya tersebut tertolak” [HR. Bukhari-Muslim]

Pada perayaan hari ulang tahun, umumnya orang menyiapkan kue ulang tahun kemudian meniup lilin, memotong kue dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Beberapa orang juga merayakannya dengan membuat nasi kuning dan hiasan lainnya.

Agar perayaan tersebut tetap bisa bermanfaat bagi orang lain dan tidak mengurangi kadar keimanan kita karena meniru perayaan dari budaya lain, kita bisa merayakan ulang tahun dengan cara berbagi dengan mereka yang membutuhkan di hari tersebut.

 

(Visited 203 times, 1 visits today)