Bolehkah Kita Membayar Hutang Puasa Karena Haid Dengan Fidyah?

1406 views
hijabi

Dailymoslem – Puasa atau tidak makan dan minum dari mulai terbit matahari hingga tenggelamnya matahari di bulan Ramadhan adalah sebuah kewajiban bagi seorang muslim. Allah langsung memberikan perintah untuk berpuasa bagi setiap orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman,

Hai orang-orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kemu bertakwa.” (Q.S Al-Baqarah: 183)

(Baca Juga:Yaampun Saya Masih Punya Hutang Puasa Tahun Lalu!)

(Baca Juga: Maksud Dari Bau Mulut Orang Puasa Lebih Harum Dari Kasturi)

Sehingga tidak menjalankan puasa adalah sebuah dosa yang harus dipertanggung jawabkan di akhirat. Khusus untuk wanita yang selalu kedatangan tamu rutin di setiap bulannya, Allah melarangnya untuk berpuasa. Karena salah satu syarat puasa adalah suci. Wanita yang sedang haid sedang tidak dalam keadaan suci, sehingga tidak diperbolehkan berpuasa.

Namun, meskipun dilarang untuk berpuasa. Wanita yang puasanya bolong karena haid tetap di wajibkan menggantinya dilain hari. Aisyah Radhiyallahu anha pernah mengatakan,

Dahulu kami (wanita haid) diperintahkan untuk meng-qhada puasa dan tidak diperintahkan untuk meng-qhada shalat.” (HR. Mutafaqun Alaihi)

Jika tidak menggantinya di hari yang lain berarti itu adalah termasuk dosa karena tidak menjalankan puasa. Namun, bolehkah mengganti puasanya dengan membayar fidyah? Menganti puasa dengan membayar fidyah berarti memberikan makanan sejumlah makanan yang baik kepada fakir miskin.

(Baca juga: Bagi Ibu Hamil Yang Galau Puasa Atau Tidak, Ini Jawabannya)

Ketentuan ini hanya berlaku pada orang-orang yang memang benar-benar tidak mampu berpuasa karena sakit keras dan ibu hamil serta menyusui.

dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” (Q.S Al-Baqarah)

Jadi jika kita masih kuat untuk menggantinya dengan berpuasa di bulan yang lain, maka diharuskan untuk meng-qadha nya bukan dengan membayar fidyah. Terkecuali kita memang sedang sakit keras dan tidak bisa sama sekali berpuasa atau bagi ibu hamil dan menyusui yang khawatir terhadap dirinya sendiri dan anak yang ada dalam kandungan atau harus di susuinya.

 

(Visited 7,349 times, 1 visits today)