Bolehkah Berkurban Dengan Uang Pinjaman?

125 views Leave a comment
Bolehkah Berkurban Dengan Uang Pinjaman?

Dailymoslem – Tidak ada yang paling membahagiakan bagi seorang muslim kecuali dapat memenuhi anjuran Rasul dan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Salah satunya adalah berkurban, memotong hewan berkaki empat seperti kambing dan sapi untuk kemudian hasilnya dibagikan kepada kaum yang kurang mampu.

Tidak ada satu amalan yang dikerjakan anak Adam pada hari nahar (hari penyembelihan) yang lebih dicintai oleh Alah ‘Azza wa Jalla daripada mengalirkan darah. Sungguh dia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, kuku dan rambutnya. Sesunggunya darahnya akan sampai kepada Allah ‘Azza wa Jalla sebelum jatuh ke tanah…” (HR. Ibnu Majah dan al-Tirmidzi, beliau menghassankannya)

Namun, bolehkah berkurban dengan uang pinjaman?

Menyembelih hewan kurban memang memerlukan uang yang cukup banyak, apalagi tahun ini dollar sedang naik dan harga daging sapi pun sudah lama melambung tinggi. Hal itu, tentunya berpengaruh pada pengeluaran setiap orang juga pada mereka yang merencanakan menyembelih hewan kurban tahun ini.

Sebenarnya tidak ada ketentuan mengenai boleh atau tidaknya seseorang berkurban dengan uang pinjaman. Oleh karen aitu dikembalikan kepada masalah utang piutang. Perlu dicatat bahwa dalam masalah piutang, seseorang harus memastikan bahwa:

  1. Ketika berutang, ia sudah yakin bahwa akan mampu membayarnya
  2. Utang tersebut tidak menambah beban berat utang lama yang masih bayak dan belum dilunaskan.

Hal ini dilakukan karena ibadah kurban hanya dianjurkan kepada mereka yang keadaan finansialnya lapang dan dia mampu mencukupi kebutuhannya sehari-hari.

Ada salah satu riwayat mengenai seorang yang berutang untuk kurban. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya menceritakan dari Imam Sufyan Ats Tsauri tentang Imam Abu Hatim (Imam Abu Hazim).

Berkata Sufyan Ats Tsauri: Dahulu Abu Hatim berutang untuk membeli Unta qurban, lalu ada yang bertanya kepadanya: “Anda berutang untuk membeli unta? Beliau menjawab: Saya mendengar Allah Ta’ala berfirman: Kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya (unta-unta kurban tersebut).”(Q.s. Al Hajj: 36). (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 5/426)

Namun demikian, diperbolehkan disini bukan berarti dianjurkan. Dilihat dari sifatnya, membayar hutang lebih wajib daripada kurban yang bersifat Sunnah. Oleh karena itu, jika tidak memiliki uang lebih untuk berkurban maka sebaiknya, utamakan dulu hal-hal lan yang lebih utama seperti menafkahi keluarga dan lain sebagainya.

(Baca Juga: 8 Indikator Finansial Sehat Ala Prita Ghozie)

(Baca Juga: Masya Allah, Inilah Keutamaan Berkurban)

(Visited 111 times, 1 visits today)