Astagfirullah, Tertawa Terbahak-Bahak Bisa Mematikan Hati

615 views
laugh-3

Dailymoslem – Tertawa adalah salah satu ungkapan rasa gembira, atau geli karena melihat sesuatu yang lucu secara subjektif atau objektif. Dengan tertawa ada rasa bahagia yang menyeruak dari dalam seperti meminta untuk dilepaskan. Namun tahu kah kamu bahwa Rasulullah tak pernah tertawa terbahak melainkan hanya tersenyum saja.

Tertawa memang membuat hati merasa bahagia, namun tertawa terbahak-bahak terlalu sering juga membuat hati menjadi mati. Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam pernah bersabda:

Jangan sering tertawa karena seringnya tertawa itu mematikan hati.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Mengapa bisa begitu? Bukannya tertawa bisa membuat badan menjadi sehat, pikiran menjadi senang dan rasanya beban hidup menjadi berkurang? Sahabat muslim dan muslimah yang disayangi Allah, tertawa terbahak-bahak malah akan mendatangkan akibat buruk pada kita. Seperti menjadikan hati beku karena lupa akan Allah dan janji nyata-Nya tentang kemana tempat kita kembali.

Rasulullah melanjutkan sabdanya:

Tertawanya seorang mukmin adalah bagian dari kelalaiannya, yaitu kelalaian terhadap perkara akhirat dan jika dirinya tidak lalai maka tidaklah ia tertawa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Seperti yang kita ketahui bahwa sekarang banyak sekali acara yang sengaja membuat orang tertawa, bukan hanya melontarkan ucapan cerdas yang membuat kita ingin tertawa namun sudah masuk melecehkan dan mem-bully seseorang untuk membuat bahan tawaan.

Pada suatu riwayat di zaman Rasulullah Saw, ketika beberapa orang sahabat terlibat beberapa pembicaraan sehingga mereka tertawa terbahak-bahak, kebetulan saat itu Rasulullah Saw berjalan melintasi mereka, seketika beliau bersabda,“Mengapa kalian tertawa terbahak-bahak, sedangkan api neraka menanti di belakang kalian? Demi Allah aku tidak senang melihat kalian tertawa seperti itu.”

Setelah itu Rasulullah Saw berjalan lagi meninggalkan mereka, yg tampak bersedih dan sangat menyesal melihat “ketidak-sukaan” beliau atas sikap mereka itu, dgn tanggapan beliau seperti itu, mereka merasa telah berdosa besar, dan hanya neraka yang menjadi balasannya, mereka hanya diam dengan kepala tertunduk, seolah-olah ada burung yang bertengger di kepala mereka dan khawatir burung itu akan terbang jika menggerakkan kepalanya, tetapi tidak lama setelah itu tampak Rasulullah Saw hadir lagi di antara mereka dengan berjalan mundur, kemudian dengan nada yg lebih lembut, tanpa meninggalkan ketegasan, beliau bersabda,“Malaikat Jibril datang kepadaku dan mengatakan, bahwa Allah Swt berfirman kepadaku : Mengapakah engkau mematahkan hati hamba-hamba-Ku dari rahmat-Ku? Kabarkan kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Aku adalah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, akan tetapi Siksa-Ku (pun) adalah siksaan yang amat pedih.” Jadi artinya apabila telah terlanjur melakukan tertawa-tawa terbahak-bahak maka segeralah bertaubat kepada Allah Swt yg Maha Penerima Taubat.

Selanjutnya setelah itu beliau berjalan lagi meninggalkan mereka, dan para sahabat tersebut segera bertaubat dan berazam (bertekad dengan sangat kuat) untuk tidak lagi tertawa terbahak-bahak.
Dalam suatu riwayat lain, Rasulullah Saw baru saja keluar dari masjid, ketika beliau melihat beberapa orang sahabat tengah berbincang sambil tertawa terbahak-bahak, maka Rasulullah Saw menghampiri mereka dan mengucap salam. Setelah mereka membalas salam, Rasulullah Saw bersabda,“Perbanyaklah kalian mengingat sesuatu yang memutuskan kelezatan (haadzimil ladzdzaat).” Salah seorang sahabat bertanya,“Apakah haadzmil ladzdzaat, ya Rasulullah?” Rasulullah Saw bersabda,“Al -aut (yakni, kematian).”

Seketika para sahabat tersebut terdiam, dan Rasulullah Saw meninggalkan majelis mereka, belum jauh berjalan lagi, beliau melihat sekumpulan sahabat lainnya juga tengah berbincang-bincang dgn tertawa-tawa, beliau segera menghampiri mereka dan mengucap salam, setelah mereka menjawab salam, beliau bersabda,“Ingatlah, demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, seandainya kalian mengetahui sebagaimana apa yang aku ketahui, tentulah kalian akan sedikit tertawa dan lebih banyak menangis!!” Para sahabat itu seketika terdiam, tidak lagi tertawa-tawa seperti sebelumnya, Rasulullah Saw berpamitan meninggalkan mereka, yang tenggelam dalam tafakkur masing-masing, merenungi perkataan Rasulullah Saw tersebut, tetapi belum jauh beliau berjalan, ada lagi sekumpulan sahabat yang berbincang sambil tertawa-tawa juga. Rasulullah Saw menghampiri mereka dan mengucap salam. Setelah mereka menjawab salam, beliau bersabda,“Sesungguhnya Islam itu pada mulanya asing, dan nanti akan kembali menjadi asing ketika (telah dekat saat) hari kiamat, maka, beruntunglah bagi orang-orang yang asing pada (saat dekat) hari kiamat nanti.”

Salah seorang sahabat bertanya,“Ya Rasulullah, siapakah orang-orang yg asing pada (saat dekat) hari kiamat tersebut?” Rasulullah Saw bersabda,“Yaitu orang-orang yg apabila masyarakat berada dalam kerusakan (yakni tenggelam dalam kemaksiatan dan mengabaikan kewajiban), maka orang-orang itu berusaha untuk memperbaikinya (yakni melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar).”

Subhanallah, lalu masihkah kita akan tertawa terbahak-bahak setelah ingat ajal kian mendekat?

(Visited 808 times, 1 visits today)