Aku Tak Ingin Terlewat Puasa Ramadhan Satu Hari Pun, Bolehkah Meminum Obat-Obatan Pencegah Haid?

519 views
images00

Dailymoslem – Siapa yang tak setuju jika disebutkan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan penuh cinta dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setiap orang menunggu kedatangan ‘raja’ dari bulan lainnya. Dimana di dalamnya penuh dengan rahmat, magfirah dan pembebasan dari api neraka yang menyala-nyala.

Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memohon ampun, berkah, rezeki, keselamatan dan mengumpulkan amalan sebanyak-banyaknya untuk bekal di hari akhir nanti. Banyak orang berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan dalam bulan ini, karena Allah akan mengganjarnya dengan pahala yang berlipat-lipat ganda.

Hal inilah yang menyebabkan ada beberapa wanita yang nekad untuk meminum pil pencegah haid agar dapat melaksanakan puasa dengan sempurna. Selain itu, keberatan untuk mengganti puasa di waktu lain pun ikut menjadi salah satu alasannya.

Dalam hal ini ada beberapa pendapat dari ulama besar yang bisa menjadi solusi dalam memecahkan masalah. Pendapat ini dikeluarkan oleh beberapa ulama seperti Syaikh Abdullah bin Humaid rahimahullah dan Syaikh Ibnu Baz rahimahullah.

Syaikh Ibnu Baz berkata :

.لا حرج أن تأخذ المرأة حبوب منع الحيض تمنع الدورة الشهرية أيام رمضان حتى تصوم مع الناس. وإن وجد غير الحبوب شئ يمنع الدورة فلا بأس إذا لم يكن فيه محذور شرعاً ومضرة

Tidak masalah bagi wanita untuk menggunakan obat pencegah haid, menghalangi datang bulan selama bulan Ramadhan, sehingga dia bisa berpuasa bersama kaum muslimin lainnya. Dan jika ada cara lain selain mengkonsumsi obat untuk menghalangi terjadinya haid, hukumnya boleh, selama tidak ada hal yang dilarang syariat dan tidak berbahaya.”

Namun begitu, ada yang harus diperhatikan bahwa keputusan untuk meminum obat-obatan pencegah haid tersebut haruslah dibicarakan terlebih dahulu dengan suami, orang tua atau wali yang bertanggung jawab. Karena mereka akan diminta pertanggung jawaban terhadap apa yang kita lakukan di dunia.

Pendapat lain menyatakan bahwa tidak dianjurkan seorang wanita menahan haidnya dengan cara meminum obat-obatan. Pada dasarnya haid adalah sebuah hal alami yang terjadi pada setiap wanita. Darah yang keluar merupakan darah kotor akibat mengelupasnya dinding rahim yang tidak dibuahi.

Banyak dokter yang tidak menganjurkan penggunaan obat-obatan tersebut karena akan memanipulasi hormon alamiah yang dialami oleh wanita setiap bulannya. Efek sampingnya adalah gangguan rahim, ketidak stabilan hormon dan gangguan lainnya yang bisa timbul akibat penggunaan obat ini.

Haid adalah kodrat setiap wanita, jadi jika haid dihalangi dengan mengkonsumsi obat-obatan khawatir termasuk mengingkari kodrat seorang wanita. Pendapat ini dikemukakan oleh beberapa ulama, seperti syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah. Beliau mengemukakan beberapa dalil, yaitu :

وقد دخل النبي صلى الله عليه وسلم على عائشة وهي معه في حجة الوداع وقد أحرمت بالعمرة فأتاها الحيض قبل أن تصل إلى مكة فدخل عليها وهي تبكي ، فقال ما يبكيك فأخبرته أنها حاضت فقال لها إن هذا شيءٌ قد كتبه الله على بنات آدم

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemui Aisyah (di kemahnya) ketika Aisyah membersamai Rasulullah pada Haji Wada’. Ketika itu, Aisyah telah melakukan ihram untuk umrah, namun tiba-tiba datang haid sebelum sampai ke Mekkah. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui Aisyah, sementara Aisyah sedang menangis. Maka Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa yang menyebabkan kamu menangis?” Aisyah menjawab bahwa dia sedang haid. Nabi bersabda, “Ini adalah keadaan yang telah Allah tetapkan untuk para putri Adam,”.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

“Tidak boleh melakukan yang berbahaya (kepada diri sendiri) dan tidak boleh menimbulkan bahaya (kepada orang lain),”. (HR. Ibnu Majah – hadits ini saling memiliki beberapa jalan yang saling menguatkan menurut Imam Nawawi rahimahullah).

Jadi, lebih baik hindari sesuatu yang mungkin mendatangkan keburukan pada kita. Baik itu dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Meskipun niat kita tidak ingin ketinggalan puasa satu hari pun, namun dengan tidak mengerjakan puasa saat haid pun bukankah kita telah mendapatkan pahala karena mengikuti aturannya?

Masih banyak amalan yang bisa dilakukan oleh wanita yang sedang datang bulan ko. Yakin, setiap hal yang telah ditentukan Allah adalah yang terbaik bagi diri kita.

(baca juga: Amalan-Amalan Penuh Pahala Yang Bisa Dilakukan Wanita Saat Haid Di Bulan Ramadhan )

(baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Jika Hutang Puasa Menumpuk Dari Tahun Ke Tahun?)

(Visited 378 times, 1 visits today)