Waspadai Penyakit Mematikan Karena Makanan Tak Higienis

170 views Leave a comment
Waspadai Penyakit yang Hadir Karena Makanan Tak Higienis

Dailymoslem – 3 Desember lalu, WHO merilis jumlah gangguan kesehatan yang diakibatkan makanan yang terkontaminasi bibit penyakit. Disebutkan 420 ribu orang meninggal setiap tahun dan sepertiga dari jumlah tersebut adalah anak di bawah umur 5 tahun, seperti dikutip dari kompas.com.

Menurut perkiraan WHO, ada 31 jenis bakteri, virus, parasit, racun dan bahan kimia dalam makanan yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Ada sekitar 600 juta orang yang kesehatannya terganggu karena makanan setiap tahunnya. Atau, hampir satu dari 10 orang di dunia jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bibit penyakit.

Belahan dunia Afrika dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, merupakan yang memiliki insiden dan angka kematian tertinggi, termasuk di kalangan anak di bawah usia lima tahun.

“Berdasarkan apa yang kami tahu, sangat jelas bahwa beban global yang ditimbulkan oleh penyakit akibat makanan yang tidak layak,  cukup besar. Hal ini memengaruhi sangat banyak orang di seluruh dunia – terutama anak di bawah usia lima tahun dan orang-orang di daerah berpenghasilan rendah,” kata Dr Kazuaki Miyagishima, Direktur Departemen Keamanan Pangan dan Zoonosis WHO.

Makanan tak higienis ini umumnya menyebabkan penyakit pencernaan seperti diare yang disebabkan oleh makanan seperti daging, telur, sayur, buah dan susu yang terkontaminasi oleh norovirus, Campylobacter, Salmonella non-tipoid dan E. coli.

Selain diare, makanan tak higienis juga biasanya menyebabkan penyakit demam tifoid, hepatitis A, Taenia solium, dan aflatoxin, yang diproduksi oleh jamur di dalam gandum yang tidak disimpan dengan cara yang benar.

Negara-negara yang paling berrisiko penyakit ini adalah negara berpenghasilan rendah dan menengah, disebabkan karena penggunaan air yang tidak bersih saat mengolah makanan, tingkat kebersihan yang buruk dan juga kondisi yang tidak memadai dalam mengolah dan menyimpan makanan dan bahan makanan. Selain itu juga karena rendahnya pendidikan dan tingkat melek huruf, serta tidak ketatnya undang-undang keamanan pangan.

Menghadapi ancaman global ini, WHO bekerja sama dengan pemerintah negara di seluruh dunia untuk membantu membuat dan menerapkan strategi kebijakan pangan yang diharapkan dapat memberi dampak positif pada kesehatan masyarakat dunia.

“Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama,” kata WHO.

(Visited 155 times, 1 visits today)