Hati-Hati Kebiasaan Nonton Sambil Nyemil Bisa Rusak Otak

551 views

Dailymoslem – Bermalas-malasan sambil menonton televisi seharian memang paling nikmat dan menyenangkan. Apalagi jika ditemani makanan dan minuman ringan favorit. Rasanya sofa dan badan adalah dua kutub magnet berbeda yang akan menimbulkan gaya tarik-menarik saat dipertemukan.

A couch potato. Ya, itu adalah sebutan bagi seseorang yang menghabisakan hari dengan bermalas-malasan di depan televisi sambil mengonsumsi camilan. Meskipun hal tersebut sangat menyenangkan, namun tahu kah kamu bahwa menjadi couch potato tidak hanya menambah timbangan saja tapi juga menyusutkan otak.

Dilansir dari dailymail, para peneliti menyatakan bahwa orang yang melakukan kebiasaan olahraga sejak umur yang relatif muda dapat mempertahankan otaknya selalu muda dan sehat. Nicole Spartano seorang peneliti dari Boston University mengatakan “Banyak orang tidak khawatir dengan kesehatan otak mereka di kemudian hari. Padahal hal ini dapat berakibat pada prilaku dan kecerdasan, terutama di usia pertengahan”.

Boston Univerisity melakukan penelitian tentang kesehatan otak selama 20 tahun terakhir. Mereka meneliti lebih dari 1.200 relawan yang terdiri dari pria dan wanita dengan rata-rata usia 41 tahun. Pada awal penelitian, detak jantung dan tekanan darah para relawan dicatat saat mereka berjalan di atas treadmill dengan kecepatan yang stabil diangka 2,5 mph.

20 tahun kemudian, saat para relawan tersebut menginjak usia 60 tahunan mereka melakukan serangkaian tes yang terdiri dari scan otak dan tes mental. Dari tes yang dilakukan ditemukan bahwa mereka yang denyut jantungnya meningkat pesat saat berjalan di treadmill memiliki materi abu-abu yang lebih sedikit. Hal ini menunjukan bahwa seseorang yang jarang berolahraga di usia muda akan memiliki materi abu-abu yang lebih rendah dibandingkan dengan seseorang yang sering berolahraga

Senada dengan penelitian Boston University, American Heart Association Conference yang diadakan di Baltimore juga menyatakan bahwa seseorang yang tekanan diastoliknya naik setelah beberapa menit berjalan diatas treadmill mendapatkan hasil yang buruk saat melakukan tes mental. Peningkatan besar dalam tekanan darah dan denyut nadi tersebut adalah akibat dari kurangnya olahraga yang akhirnya berakibat buruk terhadap otak dan menyebabkan banyak sel otak yang mati.

Menurut dr. Spartano kerusakan pembuluh darah di dalam otak dapat mengakibatlan perubahan struktural dan menurunkan kemampuan kognitif. Penelitian ini juga menunjukan bahwa sesorang yang jarang berolahraga di usia muda, memiliki risiko yang lebih besar untuk mengidap demensia yaitu kumpulan penyakit yang mengakibatkan pasien mengalami perubahan dalam cara berpikir dan berinteraksi dengan orang lain. Lebih dari itu, mereka juga berisiko mengalami Alzheimer lebih dini.

Penelitian ini juga menyebutkan bahwa dengan berjalan atau jogging tiga kali dalam seminggu dapat membuat otak berkembang dan memperpanjang usia otak dua tahun lebih lama.

(Visited 235 times, 1 visits today)