Atasi Sakit Gigi Saat Puasa Dengan Ramuan Tradisional Ini

1049 views
older woman with toothache

Dailymoslem – Sakit gigi saat puasa msemang sangat menyebalkan. Namun hal itu wajar saja terjadi karena sakit gigi menyerang siapapun dan tak perah melihat waktu dan juga usia. Salah satu hal yang menyebabkan gigi sakit adalah tidak membersihkan gigi dengan benar. Bagi yang sudah pernah merasakan sakit gigi pasti tahu bagaimana sakitnya sakit gigi.

Lalu, bagaimana jika sakit gigi menyerang disaat bulan puasa? Minum obat hanya akan membatalkan puasa kita. Sebenarnya sih, sah-sah saja jika kita membatalkan puasa karena tak tahan merasakan nyerinya sakit gigi. Karena Allah juga memberikan keringanan bagi orang yang sakit. Tapi, jika ‘keukeuh’ ingin melanjutkan puasa ada beberapa ramuan alami yang bisa digunakan untuk berkumur, sehingga nyeri yang diakibatkan bisa hilang secara berangsur. Beberapa ramuan tradisonal nan alami tersebut adalah:

Daun Inggu Kering

Bahan: 2 – 4 gram daun inggu kering dan 2 cangkir (ukuran sedang) air bersih.

Cara pengobatan: Rebus daun inggu kering ke dalam panci yang terisi 2 gelas air sampai mendidih. Saring air dari daunnya, kemudian tunggu hangat dan gunakan ramuan untuk berkumur beberapa kali.

Daun Sirih dan Cengkeh

Bahan: Daun sirih dan cengkeh secukupnya.

Cara pengobatan: Rebus kedua bahan, kemudian gunakan untuk berkumur beberapa kali. Jika Anda merasa belum mampu membuat ramuan ini, obat kumur dari campuran cengkeh dan daun sirih ini bisa Anda beli di pasar.

Biji Jarak Cina

Bahan: 1 butir biji jarak cina dan 1 gelas air panas.

Cara pengobatan: Giling atau tumbuk biji jarak cina sampai benar-benar halus, seduh dalam satu gelas air panas dan aduk. Saring airnya, tunggu dingin, terakhir gunakan air untuk berkumur.

Akar Kangkung

Bahan: Segenggam akar kangkung dan 1/2 sdt cuka.

Cara pengobatan: Aliri (bersihkan) akar kangkung, kemudian rebus dalam segelas air dan tambahkan 1/2 sdt cuka. Air rebusan yang sudah agak dingin digunakan untuk berkumur.

Serai

Bahan: Sereh atau sirih (40 gram), air matang (2 gelas).

Cara pengobatan: Rebus semua sereh dalam 2 gelas air sampai mendidih dan air berkurang satu gelas. Gunakan obat ini untuk berkumur setiap hari sampai sakit gigi hilang.

Nah, ramuan-ramuan tersebut bisa digunakan untuk berkumur. Sehingga puasa tidak usah dibatalkan. Lalu, ada pertanyaan bukankah jika berkumur ada sebagian air yang bercampur dengan liur dan kemungkinan itu tertelan?

Salah satu riwayat Rasulullah Shallalahu Alaihi wa Sallam pernah menjawab akan hal itu. Rasulullah bersabda,

Dari Umar bin Al-Khatab ra. berkata, “Suatu hari aku beristirahat dan mencium isteriku sedangkan aku berpuasa. Lalu aku datangi nabi SAW dan bertanya, “Aku telah melakukan sesuatu yang fatal hari ini. Aku telah mencium dalam keadaan berpuasa.” Rasulullah SAW menjawab, “Tidakkah kamu tahu hukumnya bila kamu berkumur dalam keadaan berpuasa?” Aku menjawab, “Tidak membatalkan puasa.” Rasulullah SAW menjawab, “Maka mencium itu pun tidak membatalkan puasa.” (HR Ahmad dan Abu Daud)

Selain itu juga ada hadits lain yang juga seringkali ditetapkan oleh para ulama sebagai dalil kebolehan berkumur pada saat berpuasa.

Dari Laqith bin Shabrah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sempurnakanlah wudhu’, dan basahi sela jari-jari, perbanyaklah dalam istinsyak (memasukkan air ke hidung), kecuali bila sedang berpuasa.” (HR Arba’ah dan Ibnu Khuzaemah menshahihkannya).

Meski hadits ini tentang istinsyaq (memasukkan air ke hidung), namun para ulama menyakamakan hukumnya dengan berkumur. Intinya, yang dilarang hanya apabila dilakukan dengan berlebihan, sehingga dikhawatirkan akan terminum. Sedangkan bila istinsyaq atau berkumur biasa saja sebagaimana umumnya, maka hukumnya tidak akan membatalkan puasa.

Maka dengan adanya dua dalil atsar ini, logika kita untuk mengatakan bahwa berkumur itu membatalkan puasa menjadi gugur dengan sendirinya. Sebab yang menetapkan batal atau tidaknya puasa bukan semata-mata logika kita saja, melainkan logika pun tetap harus mengacu kepada dalil-dalil syar’i yang ada.

Nah, dalam hal ini air yang digunakan untuk berkumur bukanlah air biasa melainkan campuran dari beberapa zat. Olehkarena itu hukumnya memang makruh seperti hukum menggosok gigi saat puasa. Namun karena hal tersebut untuk meredakan nyeri dan bersifat mendesak maka diperbolehkan. Pastikan saja berkumur kembali dengan air biasa agar rasanya dalam mulut hilang dan juga tidak tertelan. Pendapat lain boleh di share di dalam komentar, semoga kita semua mendapat informasi yang membantu.

(Visited 3,201 times, 1 visits today)