Alasan Mengapa Pernikahan Sedarah (Incest) Tidak Diperbolehkan Dalam Islam

1295 views

Dailymoslem – Menikah adalah sesuatu yang disebut-sebut dapat menyempurnakan separuh agama. Menikah sangat dianjurkan bagi pemuda dan pemudi yang telah cukup usia dan siap untuk menjalaninya. Allah Subhanahu wa ta’ala  berfirman:

“ Dan nikahkanlah orang-orang yang sendiri (bujangan) diantara kalian dan orang-orang shaleh diantara para hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka dalam keadaan miskin, Allah-lah yang akan menjadikan kaya dengan karunia-Nya.” ( Q.S An-Nur:32)

Dengan menikah maka seseorang dapat lebih terjaga dari perbuatan dosa dan semua perbuatan zina seperti zina mata, hati maupun tangan. Sehingga, orang tersebut akan lebih mudah untuk menundukan pandangan pada sesuatu yang bukan hak nya.

Satu hal yang perlu diperhatikan dalam hal pernikahan adalah siapa yang akan kita nikahi tersebut. Jika dalam istilah jawa  ada yang menyebutkan bahwa calon yang dinikahi haruslah jelas bibit, bebet, bobotnya. Ya, untuk alasan kehati-hatian kita harus mengetahui siapa calon yang akan kita nikahi tersebut.  Entah itu agamanya, sifatnya, dan yang tak kalah penting adalah keluarganya. Dalam Islam telah jelas disebutkan siapa saja yang tidak boleh dinikah yang disebut dengan mahram. Allah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 22-23:

Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).” (Q.S. An-Nisa:22)

“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu;anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. An-Nisa:23)

Penelitian telah membuktikan bahwa jika seseorang menikahi apa yang disebut dengan mahramnya maka akan berpotensi untuk melahirkan anak yang memiliki kecacatan. Pernikahan Incest  (pernikahan sedarah) ataupun consanguineous marriage (pernikahan sekerabat) terbukti dapat mendatangkan sesuatu yang bahaya.  Debra Lieberman dari University of Hawaii mengatakan “Salah satu bahaya yang bisa timbul dari pernikahan sedarah adalah sulit untuk mencegah terjadinya penyakit terkait dengan gen buruk orangtua pada-anak-anaknya kelak. Khusus untuk consanguineous marriage, kemungkinan anak mengalami kecacatan adalah sangat kecil. meskipun begitu sebaiknya dihindari saja.

Pada dasarnya orang-orang yang berada dalam satu keluarga memiliki gen yang hampir sama. Sehingga jika beberapa orang tersebut menikah dan masing-masing membawa salinan gen yang buruk maka tidak ada gen normal yang dapat menggantikannya. Oleh karena itu pasti ada masalah yang akan dimiliki sang anak. Entah itu kecacatan atau waktu hidup yang pendek.

(Visited 4,103 times, 1 visits today)